Showing posts with label INFEKSI LUKA JAHITAN POST SC. Show all posts
Showing posts with label INFEKSI LUKA JAHITAN POST SC. Show all posts

Monday, November 10, 2014

INFEKSI LUKA JAHITAN POST SEKSIO CAESARIA

     Nama : eti noviatul hikmah
   C. KLASIFIKASI

1.      Clean (class I)
luka operasi yang tidak terinfeksi yang mana tidak ada peradangan yang ditemukan pada saluran pernafasan, saluran pencernaan, genital, atau traktus urinarius tidak terkena. Luka biasanya tertutup dan jika perlu drainase denganclosed drainage. Luka operasi diikuti dengan trauma tumpul seharusnya dimasukkan pada kategori ini jika masuk dalam kriteria.
Contoh : Hernia repair, biopsi mammae 1-5,4%
2.      Clean-contaminated (Class II)
Luka operasi yang mana saluran pencernaan, saluran pernafasan, traktus urinarius dan genital terkena dengan kondisi terkontrol dan tanpa kontaminasi yang tidak biasanya.
Contoh : Cholecystectomy, operasi saluran pencernaan elektif
3.      Contaminated (Class III)
Terbuka, baru, luka tiba-tiba. Sebagai tambahannya, pembedahan dengan potongan besar dengan tknik yang steril atau kebocoran besar pada saluran pencernaan, dan sayatan yang akut, inflamasi yang nonpurulen termasuk dalam kategori ini.
Contoh : Trauma, luka jaringan yang luas, enterotomy saat obstrusi usus
4.      Dirty (Class IV)
Luka traumatik yang lama yang tertahan pada jaringan yang dilemahkan yang termasuk infeksi klinis yang ada atau visera yang perforasi. Definisi ini menunjukkan bahwa organisme penyebab infeksi post operasi
Contoh : Perforasi diverculitis, infeksi nekrotik jaringan lunak 3,1-12,8%
B.     TANDA DAN GEJALA
Pasien merasakan beberapa gejala yang dirasakan saat terjadi infeksi pada luka operasi :
1.      Nyeri
2.      Hipotermi atau hipertermi
3.      Tekanan darah rendah
4.      Palpitasi
5.      Keluar cairan dari luka operasi, bisa berupa darah ataupun nanah (bisa berwarna dan berbau)
6.      Bengkak (pasien merasa nyeri, sekitar daerah yang membengkak terasa hangat dan berwarna merah)
C.    PENATALAKANAAN
1.      Pembersihan luka
Hal ini bisa dilakukan dengan mencuci luka dengan air steril. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan tekanan tinggi dengan jarum atau kateter dan alat penyemprot yang besar. Solusi pembunuhan kuman dapat digunakan untuk membersihkan luka.


2.      Debridement
Hal ini dilakukan untuk membersihkan dan membuang objek, atau kulit mati dan jaringan dari daerah luka. Dokter dapat membatasi area yang rusak pada luka atau sekitar luka. Pembalut basah bisa ditempatkan pada luka dan dibiarkan mengering. Dokter juga bisa mengeringkan luka untuk membersihkan pus.
3.      Penutup luka
Hal ini juga disebut pembalut luka. Pembalut digunakan untuk melindungi luka dari kerusakan lebih lanjut dan infeksi. Hal ini juga menolong menyediakan tekanan untuk mengurangi pembengkakan. Pembalut bisa berbagai bentuk. Pembalut bisa mengandung beberapa substansi untuk menlong mempercepat penyembuhan.
4.      Obat-obatan
Dokter mungkin memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Pasien juga mungkin diberikan obat-obatan untuk mengurangi sakit, pembengkakan, atau demam.
5.      Terapi oksigen hyperbaric
Juga disebut HBO. HBO digunakan untuk memperoleh oksigen lebih banyak ke dalam tubuh. Oksigen diberikan dibawah tekanan untuk menolong oksigen supaya sampai ke jaringan dan darah. Pasien dimasukkan ke ruangan yang berbentuk seperti tabung yang disebut ruangan hiperbarik atau ruangan tekanan. Pasien bisa melihat dokter dan berbicara dengan mereka melalui pengeras suara. Pasien mungkin mebutuhkan terapi ini lebih dari sekali.
6.      Terapi tekanan negative
Juga sisebut vacuum-assisted closure (VAC). Pembalut berbentuk spesial dengan melekat pada sebuah tabung diletakkan didalam kavitas luka dan ditutup dengan ketat. Tabung berhubungan ke sebuah pompa yang akan menolong menyedot keluar cairan berlebih dan kotoran dari luka. VAC juga mungkin menolong untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi jumlah bakteri di luka.
7.      Pengobatan lain
Mengontrol atau mengobati kondisi medis yang menyebabkan penyembuhan luka yang buruk menolong mengobati infeksi pada luka. Pasien mungkin perluminum obat untuk mengontrol penyakit seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Dokter mungkin memberikan pasien supplemen atau menyarankan diet spesial untuk meningkatkan nutrisi dan kesehatan pasien. Pembedahan mungkin dilakukan untuk meningkatkan aliran darah jika pasien mempunyai masalah dengan pembuluh darah.


INFEKSI LUKA JAHITAN POST SEKSIO CAESARIA

e  nama  : eti noviatul hikmah
a. DEFINISI
Infeksi luka operasi adalah infeksi dari luka yang didapat setelah operasi. Dapat terjadi diantara 30 hari setelah operasi, biasanya terjadi antara 5 sampai 10 hari setelah operasi. Infeksi luka operasi ini dapat terjadi pada luka yang tertutup ataupun pada luka yang terbuka, dikarenakan untuk proses penyembuhannya. Dapat juga terjadi pada jaringan maupun pada bagian dari organ tubuh dan juga dapat terjadi pada jaringan superfisial (yang dekat dengan kulit) ataupun pada jaringan yang lebih dalam. Pada kasus yang serius dapat mengenai organ tubuh.
Menurut sistem CDC’s terdapat stpasienrisasi pada kriteria untuk mendefinisikan infeksi luka operasi, yaitu :
1.      Infeksi Superfisial, yaitu infeksi yang terjadi diantara 30 hari setelah operasi dan infeksi hanya mengenai pada kulit atau jaringan subkutan pada daerah bekas insisi.
2.      Infeksi Dalam, yaitu infeksi yang terjadi diantara 30 hari setelah operasi dimana tidak menggunakan alat-alat yang ditanam pada daerah dalam dan jika menggunakan alat-alat yang ditanam maka infeksi terjadi diantara 1 tahun dan infeksi yang terjadi berhubungan dengan luka operasi dan infeksi mengenai jaringan lunak yang dalam dari luka bekas insisi.
3.      Organ atau ruang, yaitu infeksi yang terjadi diantara 30 hari setelah operasi dimana tidak menggunakan alat yang ditanam pada daerah dalam dan jika menggunakan alat yang ditanam maka infeksi terjadi diantara 1 tahun dan infeksi yang terjadi berhubungan dengan luka operasi dan infeksi mengenai salah satu dari bagian organ tubuh, selain pada daerah insisi tapi juga selama operasi berlangsung karena manipulasi yang terjadi.
B.     PENYEBAB

Infeksi yang terjadi pada luka operasi disebabkan oleh bakteri, yaitu bakteri gram negatif (E. coli), gram positif (Enterococcus) dan terkadang bakteri anaerob dapat yang berasal dari kulit, lingkungan, dari alat-alat untuk menutup luka dan operasi. Bakteri yang paling banyak adalah Staphylococcus.