Showing posts with label Meliana Hadianty. Show all posts
Showing posts with label Meliana Hadianty. Show all posts

Wednesday, November 12, 2014

personal hygene, oleh : meliana hadianty

oleh : Meliana Hadianty
NIM : 030214A067


 PERSONAL HYGIENE

Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat pentinu dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.

Fisiologi Kulit
Sistem integumen terdiri atas kulit, lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya, seperti kelenjar dan kuku. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah.
Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot, saraf folikel rambut dan kelenjar. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Kedua, kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat.
Fungsi Kulit :
1. Proteksi tubuh
2. Pengaturan temperatur tubuh
3. Pengeluaran pembuangan air
4. Sensasi dari stimulus lingkungan
5. Membantu keseimbangan carian da eletrolit
6. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D

Macam-macam Personal Hygiene
1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telingga
5. Perawatan kuku kaki dan tangan
6. Perawatan genetalia
7. Perawatan kulit seruruh tubuh
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan

Tujuan Personal Hygiene
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
4. Mencagah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri


Monday, November 10, 2014

Meliana Hadianty, atasi stretchmark ibu hamil

oleh : Meliana Hadianty
NIM : 030214A067

Atasi Stretchmark Ibu Hamil

Gurat-gurat putih, semu kemerahan hingga coklat muda ini tak hanya muncul di perut, tetapi kadang juga sekitar payudara, bokong dan paha. Seringkali disertai gatal. Biasanya guratan hilang beberapa bulan setelah bersalin, kecuali jika peregangan kulit menimbulkan robekan di jaringan bawah kulit, maka stretchmark tidak akan hilang.
Penyebab:
  • Pertambahan berat badan yang cepat disertai ukuran janin yang semakin besar di perut.
  • Meningkatnya hormon kehamilan juga membuat kulit jadi lebih tipis dari biasanya.
Lakukan:
  • Jaga kelembaban kulit, terutama kulit perut, payudara dan bagian lainnya yang cenderung mongering dengan mengoles pelembab, misalnya minyak zaitun atau minyak kacang almon.
  • Mengoles krim anti stretchmarks sejak awal kehamilan. Namun, konsultasikan dulu produknya dengan dokter.
HindarI:
  • Kenaikan berat badan berlebihan.
  • Menggaruk saat gatal, kenakan baju longgar dan berbahan yang menyerap keringat.
 Trik tampil cantik:
  • Kenakan busana nyaman, modis dan menutup tubuh yang ada guratan kulitnya.
  • Jika ingin menghilangkan stretchmarks setelah bayi lahir, misalnya dengan laser, berkonsultasilah kepada dokter spesialis kulit.
Baca juga Kehamilan: 
 

Monday, October 13, 2014

Apa itu vernix?

oleh : meliana hadianty

Vernix atau yang dikenal juga sebagai vernix caseosa adalah lapisan putih krem yang berkembang pada kulit bayi yang belum lahir pada sekitar 20 minggu usia kehamilan. Vernix diyakini sebagai pelembab dan melindungi kulit bayi selama dalam rahim.

Menjelang akhir usia kehamilan, vernix yang menutupi bayi akan mulai berkurang, Dan saat lahir, biasanya sisa lapisan vernix masih dapat terlihat. Vernix dipercaya memiliki fungsi anti bakteri yang dapat membantu menjaga kulit bayi dari infeksi. Untuk alasan tersebut, beberapa membiarkannya tetap menempel di kulit bayi saat baru lahir. Selain itu, sifat vernix yang berfungsi sebagai pelembab juga dapat membantu mencegah kulit halus bayi mengalami kekeringan.

Vernix yang tersisa pada kulit bayi, saat baru lahir akan diserap oleh kulit bayi secara perlahan.

Friday, October 10, 2014

Pencegahan Infeksi



 Oleh : Meliana Hadianty
Pencegahan Infeksi (PI)
1) Definisi Pencegahan Infeksi :
Pencegahan infeksi adalah bagian yang esensial dari semua asuhan yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir dan harus dilaksanakan secara rutin pada saat menolong persalinan dan kelahiran bayi, saat memberikan asuhan selama kunjungan antenatal atau pascapersalinan/ bayi baru lahir atau saat menatalaksana penyulit.
2) Tujuan pencegahan infeksi
Tindakan pencegahan infeksi (PI) tidak terpisah dari komponen-komponen lain dalam asuhan selama persalinan dan kelahiran bayi. Tindakan ini harus diterapkan dalam setiap aspek asuhan untuk melindungi ibu, bayi baru lahir, keluarga, penolong persalinan dan tenaga kesehatan lainnya dengan mengurangi infeksi karena bakteri, virus dan jamur. Dilakukan pula upaya untuk menurunkan risiko penularan penyakit-penyakit berbahaya yang hingga kini belum ditemukan pengobatannya, seperti misalnya Hepatitis dan HIV/ AIDS.
3) Definisi tindakan-tindakan dalam pencegahan infeksi
a. Asepsis atau teknik aseptik adalah teknik membua prosedur lebih aman bagi ibu, bayi baru lahir dan penolong persalinan dengan cara menurunkan jumlah atau menghilangkan seluruh (eradikasi) mikroorganisme pada kulit, jaringan dan instrumen/ peralatan hingga tingkat yang aman.
b. Antisepsis mengacu pada pencegahan infeksi dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit atau jaringan tubuh lainnya.
c. Dekontaminasi adalah tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa petugas kesehatan dapat menangani secara aman berbagai benda yang terkontaminasi darah dan cairan tubuh. Peralatan medis, sarung tangan dan permukaan (misalnya, meja periksa) harus segera didekontaminasi segera setelah terpapar darah atau cairan tubuh.
d. Mencuci dan membilas adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua cemarn darah, cairan tubuh atau benda asing (misalnya debu, kotoran) dari kulit atau instrumen/ peralatan.
e. Disinfeksi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua mikroorganisme penyebab penyakit yang mencemari benda-benda mati atau instrumen.
f. Disinfeksi tingkat tinggi (DTT) adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri dengan cara merebus atau kimiawi.
g. Sterilisasi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit dan virus) termasuk endospora bakteri pada benda-benda mati atau instrumen.
4) Prinsip-prinsip Pencegahan Infeksi
Pencegahan Infeksi yang efektif didasarkan pada prinsip-prinsip berikut :
a. Setiap orang (ibu, bayi baru lahir, penolong persalinan) harus dianggap dapat menularkan penyakit karena infeksi dapat bersifat asimptomatik (tanpa gejala).
b. Setiap orang harus dianggap berisiko terkena infeksi.
c. Permukaan benda disekitar kita, peralatan dan benda-benda lainnya yang akan dan telah bersentuhan dengan permukaan kulit yang tak utuh, lecet selaput mukosa atau darah harus dianggap terkontaminasi hingga setelah digunakan, harus diproses secara benar.
d. Jika tidak diketahui apakah permukaan, peralatan atau benda lainnya telah diproses dengan benar maka semua itu harus dianggap masih terkontaminasi.
e. Risiko infeksi tidak bisa dihilangkan secara total, tapidapat dikurangi hingga sekecil mungkin dengan menerapkan tindakan-tindakan PI secara benar dan konsisten.
5) Tindakan-tindakan Pecegahan infeksi
a. Cuci tangan 
b. Memakai sarung tangan dan perlengkapan pelindung lainnya
c. Menggunakan teknik asepsis atau aseptik
d. Memproses alat bekas pakai 
e. Menangani peralatan tajam dengan aman
f. Menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan (termasuk pengelolaan sampah secara benar.