Showing posts with label RIMA SULISTA SRIULANI. Show all posts
Showing posts with label RIMA SULISTA SRIULANI. Show all posts

Tuesday, November 11, 2014

persalinan sungsang, cara klasik oleh : rima sulista sriulani

oleh : Rima Sulista Sriulani
Nim : 030214A073
Prosedur Persalinan Bayi Sungsang
(cara klasik)
 Cara Klasik (Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal,2002)Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir.
a.    Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam dan dilahirkan sehingga bokong dan kaki lahir.
b.     Tali pusat dikendorkan.
c.     Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atas.
d.     Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk  melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang.
e.    Dengan tanggan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang.
f.      Masukkan dua jari tangan kanan atau kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar dengan lengan bayi, untuk melahirkan lengan belakang bayi.
g.    Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama.

Monday, November 10, 2014

PROSEDUR PERSALINAN BAYI SUNGSANG, RIMA SULISTA SRIULANI

oleh : Rima Sulista Sriulani
NIM : 030214A073

 Prosedur Persalinan Bayi Sungsang 

1.    Persetujuan tindakan medik
2.    Persiapan Pasien :
a.     Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinan
b.    Mengosongkan kandung kemih , rektum serta membersihkan daerah perenium dengan antiseptik
3.    Peralatan :
a.     Perangkat untuk persalinan
b.    Perangkat untuk resusitasi bayi
c.    Uterotonika (Ergometrin maleat, Oksitosin)
d.    Anastesi lokal (Lidokain 2%)
e.    Cunam piper, jika tidak ada sediakan cunam panjang
f.      Semprit dan jarum no.23 (sekali pakai)
g.     Alat-alat infus
h.    Povidon Iodin 10%
i.       Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomi
4.    Persiapan Penolong
a.    Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan, masker dan kaca mata pelindung
b.    Cuci tangan hingga siku dengan di bawah air mengalir
c.     Keringkan tangan dengan handuk DTT
d.    Pakai sarung tangan DTT / steril
e.    Memasang duk (kain penutup)
5.    Tindakan Pertolongan Partus Sungsang
a.     Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan, selaput ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit.
b.    Intruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his.
c.    Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul, lakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis.

6.    Melahirkan bayi :
1.     Cara Bracht
a.    Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam secara bracht (kedua ibu jari penolong sejajar dengan panjang paha, jari-jari yang lain memegang daerah panggul).
b.    Jangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya janin.
c.     Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada.
d.     Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak di bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan lahirnya badan bayi.
e.     Gerakkan ke atas hingga lahir dagu, mulut, hidung, dahi dan kepala.
f.      Letakkan bayi di perut ibu, bungkus bayi dengan handuk hangat, bersihkan jalan nafas bayi, tali pusat dipotong.

Monday, October 13, 2014

Penyebab Gumoh Pada Bayi

PENYEBAB GUMOH PADA BAYI
 oleh : Rima Sulista Sriulani

Usai Ibu memberikan ASI atau susu, kadang si Kecil mengalami gumoh. Melihat si Kecil gumoh tentu dapat membuat Ibu menjadi panik. Padahal hal itu sebenarnya tidak perlu Ibu khawatirkan berlebihan, karena pada dasarnya gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir pada setiap bayi, dan hal itu sangat wajar. Gumoh biasanya kerap terjadi pada usia 12-16 minggu. Dan ketika usianya mencapai 12 bulan biasanya gumoh akan berhenti seiring dengan bertambahnya usia bayi.
Sebagian besar Ibu biasanya menyamakan gumoh dengan muntah. Padahal gumoh dan muntah adalah dua hal yang berbeda. Pada bayi gumoh, yang terjadi adalah seperti air yang mengalir ke bawah, bisa sedikit (seperti meludah) atau bisa juga cukup banyak, serta sifatnya pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung yang keluar dalam jumlah banyak dan disertai dengan kontraksi otot perut. Muntah bisa dialami oleh bayi berusia 2 bulan, hal ini terjadi karena kelainan klep atau katup di saluran cerna atau adanya infeksi.
Lalu bagaimana cara mengatasi saat si Kecil gumoh? Sebelumnya, Ibu perlu mengenali penyebab terjadinya gumoh pada bayi, yang antara lain adalah karena:
Volume lambung bayi masih kecil
Di saat yang sama, biasanya susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung. Ditambah lagi bayi senang menggeliat yang membuat tekanan dalam perut meningkat, sehingga terjadi gumoh.
Klep penutup lambung bayi belum sempurna
Susu akan masuk melalui mulut ke saluran pencernaan atas, yang kemudian disalurkan ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, dan juga menggeliat, maka susu akan keluar dari mulut. Untuk mengurangi gumoh, berikan susu sedikit demi sedikit.
Menangis berlebihan
Bayi bisa tetap menangis saat menyusu. Tangis seperti ini menyebabkan udara ikut tertelan secara berlebihan. Tangisan bisa membuat susu yang ditelan menjadi tidak sempurna. Kalau sudah begini, sebaiknya Ibu tidak memberikan ASI atau susu, karena bisa-bisa susu justru masuk ke dalam saluran napas dan menyumbatnya, sehingga bayi sulit bernafas.
Gangguan refluks gastroesofageal
Biasanya bayi yang masih berusia 6 bulan sering mengalami muntah dan gumoh. Gumoh atau muntah akan berkurang di usianya 6 bulan hingga 2 tahun. Seterusnya begitu, akan membaik setelah usia 5 – 7 tahun.
Sementara itu, muntah atau mual dapat muncul saat anak berlari, menangis, batuk, memasukkan tangan ke mulut, tercium bau yang tidak enak yang membuat anak menjadi muntah.
Gangguan mengunyah dan menelan
Ada beberapa anak yang sulit diberikan makanan dan mereka lebih suka minum susu. Muntah sering terjadi ketika anak sedang makan dan hal ini disebabkan karena gangguan perkembangan kemampuan mengunyah dan menelan.
Umumnya anak akan memilih makanan yang gampang dikunyah, seperti telur, mi, krupuk, biskuit, brokoli dan wortel. Sedangkan makanan berserat, seperti daging sapi, sayur, atau nasi dapat membuatnya tidak nyaman.
Setelah mengenali penyebabnya, Ibu mesti bisa mencegah dan mengatasinya. Caranya gampang kok Bu agar membuat bayi tidak sering gumoh lagi, antara lain:
• Posisikan bayi tegak
Memberi makan bayi dalam posisi tegak bisa mencegah terjadinya gumoh dan muntah. Setelah itu, kondisikan bayi dalam posisi duduk selama kurang lebih 15-30 menit. Saat makan, hindari bermain aktif dengan bayi dan jangan mengayun-ayun saat bayi sedang diberikan makan. Ketika diberikan ASI, posisi menyusui mesti pas. Pastikan seluruh bibirnya menutup puting susu serta daerah berwarna hitam di sekitarnya (areola). Dengan begitu udara yang masuk dan tertelan selama menyusu bisa diperkecil.
• Sedikit tapi sering
Terlalu lama menyusui atau memberinya dalam jumlah banyak dapat memicu bayi muntah. Jika Ibu menyusui, sebaiknya pastikan agar si Kecil tidak menyusu berlebihan yang dikuatirkan dapat memicu muntah. Jika Ibu memberikan susu melalui botol, berikan dari jumlah yang lebih sedikit daripada biasanya.
• Menyendawakan bayi
Salah satu cara untuk mencegah gumoh adalah menyendawakan bayi. Caranya posisikan bayi dalam keadaan duduk tegak dengan menopangnya pada salah satu tangan, sementara tangan yang satu menepuk punggung bayi secara pelan hingga ia bersendawa.

Saturday, October 11, 2014

Zat Gizi Penting IBU HAMIL


OLEH : RIMA SULISTA SRIULANI 
 
Selama kehamilan ada beberapa zat gizi yang kebutuhannya meningkat dan patut mendapatkan perhatian karena amat bermanfaat bagi pertumbuhan janin. Di antaranya asam folat, kalsium, dan zat besi.
* Asam Folat
Asam folat termasuk kelompok vitamin B yang bermanfaat untuk mengurangi NTD (Neural Tubes Defects) atau kelainan susunan saraf pusat. Disarankan dikonsumsi semenjak masa persiapan atau sebelum kehamilan karena pembentukan susunan saraf pusat akan dimulai di awal kehamilan. Tak perlu khawatir, karena kelebihan asupan ini akan dibuang secara otomatis. Jumlah asam folat yang dibutuhkan selama kehamilan adalah 600 mikrogram per hari per orang. Jadi ada tambahan sebanyak 200 mikrogram per hari per orang dibanding manusia dewasa yang tidak hamil. Sumber asam folat antara lain brokoli, gandum, kacang-kacangan, jeruk, stroberi, dan bayam. Namun, karena mengonsumsi makanan tersebut belum menjamin terpenuhinya kebutuhan ini maka ibu hamil tetap dianjurkan mendapat asupan suplemen asam folat.

Friday, October 10, 2014

LETAK SUNGANG


 
OLEH : RIMA SULISTA SRIULANI
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (2). Tipe letak sungsang yaitu: Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi ; Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas, tungkai bawah ekstensi ; Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi, presentasi kaki.
Letak sungsang terjadi pada 3-4% dari seluruh persalinan. Kejadian letak sungsang berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan. Letak sungsang pada usia kehamilan kurang dari 28 minggu sebesar 25%, pada kehamilan 32 minggu 7% dan, 1-3% pada kehamilan aterm.

Pengertian Kehamilan Sungsang
Kehamilan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu, kepala berada pada fundus uteri, sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuab,1998).

Pada letak kepala, kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu, sedangkan pesalinan letak sungsang justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat, sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit, setelah badan bayi lahir. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar (Manuaba,1998).

program kesehatan remaja


Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan hal ini, mulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV.
Topik Program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan topik yang perlu diketahui oleh masyarakat khususnya para remaja agar mereka memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi. Dalam hal ini Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural.
Informasi Program Kesehatan Remaja ini juga akan memberikan pelayanan informasi tentang Kesehatan Remaja yang dilakukan oleh pemerintah maupun yang diselenggarakan oleh lembaga non pemerintah serta implementasinya di kalangan masyarakat khususnya para remaja.

Inilah 7 Tips Tetap Sehat Di Usia Remaja Atau Muda

    
 Oleh : Yuliana (anna)
 
 Sahabat, tips kesehatan. Usia remaja merupakan usia emas yang sangat menyenangkan bagi yang pernah mengalaminya. Seseorang bisa lebih produktif dan melakukan berbagai hal pada usia tersebut. Bekerja setiap hari atau bepergian kemanapun tidak akan merasa cepat capek maupun lelah. Mereka seakan sedikit sekali yang peduli tentang kesehatan tubuh yang dimilikinya. Berbagai kebiasaan burukpun seakan menjadi hal yang biasa bagi para remaja pada masa sekarang ini. Mulai sekarang pedulilah tentang tubuh anda. Lalu, apa saja tips tetap sehat di usia remaja atau muda....???

     Sebagian besar remaja berpikiran bahwa berbagai penyakit akan datang menyerangnya, jika usia mereka sudah menginjak masa tua. Anggapan tersebut sebenarnya salah besar, karena ada bermacam-macam penyakit bisa mengancam tubuh saat usia remaja sekalipun. Tips kesehatan kali ini akan memberikan beberapa tips tetap sehat saat seseorang menginjak usia remaja. Berikut ini 7 tips tetap sehat di usia remaja atau muda : 
  1. Stop Menjemur Tubuh Di Terik Matahari. Matahari pagi tentu sangat baik untuk kesehatan tulang anda. Namun, jangan membiasakan diri terpapar sinar matahari saat siang hari tanpa tabir surya. Karena penyakit kanker kulit bisa menyerang tubuh anda.
  2. Penuhi Asupan Kalsium Dan Vitamin D Harian Anda. Kedua nutrisi tersebut untuk mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosi yang bisa menyerang para remaja. Sumber vitamin D yaitu sinar mentari dipagi hari serta aneka sayuran yang bewarna hijau.
  3. Konsumsi Asam Lemak Omega 3. Stroke maupun penyakit jantung lainnya di usia remaja bisa di cegah dengan mengkonsumsi aneka makanan yang mengandung asam lemak omega 3. Sumber asam lemak omega 3 yaitu pada ikan salmon, tuna maupun makarel.
  4. Mulai Beraktivitas Sehat. Aktivitas sehat yang dimaksud yaitu rajin berolahraga secara teratur serta menjauhi berbagai kebiasaan tidak menyehatkan seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Ini untuk menghindarkan para remaja dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyerang tubuhnya.
  5. Mengolahragakan Otak Anda. Jenis olahraga yang baik untuk kesehatan otak yaitu dengan mengisi teka-teki silang maupun rajim membaca berbagai buku yang anda sukai. Ini unuk mencegah penyakit alzheimer atau kepikunan dini yang melanda para remaja.
  6. Jaga Berat Badan Tetap Ideal. Ini dikarenakan, para remaja selalu mengkonsumsi berbagai makanan tanpa memperdulikan pertambahan berat badannya. Kegemukan atau obesitas dapat memicu tubuh mudah terserang berbagai penyakit mematikan seperti jantung dan lainnya.
  7. Kontrol Pola Makan Anda. Mengkonsumsi berbagai makanan yang mengandung kalori cukup tinggi di tambah kurangnya aktivitas berolahraga yang cukup, dapat berdampak buruk bagi kualitas kesehatan tubuh anda. Penyakit diabetes tipe 2 merupakan jenis penyakit yang bisa menyerang seorang remaja yang tidak mengontrol  pola makan dan jarang berolahraga.